Selasa, 27 Mei 2014

27

Halo 27
Banyak hal yang terjadi hari ini, bukan dengan adegan nyata tetapi asumsi-asumsi yang tumbuh didalam hati. Aku sadar tanggal ini tapi 8 tahun lalu, Jogja diguncang gempa dahsyat yang memporak porandakan Bantul. Tanggal ini tapi 44 tahun yang lalu, wanita cantik dilahirkan dan kemudian diberi amanat untuk merawatku dan menjadi ibuku. Dan aku sadar hari ini hampir 240 bulan yang lalu, sesosok manusia lahir.

Dan hari ini ada hiruk pikuk yang tercipta karena adanya pengumuman penting bagi mereka yang sebagian besar berada di garis 96. Pengumuman snmptn. Ikut merasakan bahkan ditarik paksa mengingat euforia tahun lalu. Buncah itu sempat lewat di hati, rasa bahagia juga bersemayam sesaat di jiwa yang sedang berada di kelabilan tingkat tinggi. Lalu aku tersadar dari ketidaksadaranku selama ini. Yang begitu lalai dan benar-benar lupa dengan perjuanganku tahun lalu. Dan kemudian merutuki diri yang terlalu lama singgah di titik kemalasan.

Tekad itu kemudian muncul. Semoga, semoga setelah ini aku akan selalu ingat dengan tujuan awalku. Bukan hanya sekedar ingat, tetapi sekaligus berjuang agar kepergianku ke kota orang tidak hanya terlihat sebagai pemborosan.

Dan sampai saat ini aku masih menjadikan manusia itu sebagai alasan dari sikapku ini. Mengapa dia malah berada disini disaat aku ingin menghirup udara tanpanya.
Meskipun saat ini sudah berbeda dan berubah, meskipun saat ini sudah tidak merasa seterkungkung seperti waktu yang lalu.

Hari ini aku juga terbangun, oase yabg mengalihkan pandanganku itu hanya sebatas fatamorgana. Penolong semu. Dia yang namanya tidak bisa disebut itu seperti hanya mengajak bermain peran untuk ditampilkan kepada khalayak.

Aku merasa di dua puluh tujuh kali ini banyak yang "terjadi" hasil dari buah pemikiran sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar