Halo 27
Banyak hal yang terjadi hari ini, bukan dengan adegan nyata tetapi asumsi-asumsi yang tumbuh didalam hati. Aku sadar tanggal ini tapi 8 tahun lalu, Jogja diguncang gempa dahsyat yang memporak porandakan Bantul. Tanggal ini tapi 44 tahun yang lalu, wanita cantik dilahirkan dan kemudian diberi amanat untuk merawatku dan menjadi ibuku. Dan aku sadar hari ini hampir 240 bulan yang lalu, sesosok manusia lahir.
Dan hari ini ada hiruk pikuk yang tercipta karena adanya pengumuman penting bagi mereka yang sebagian besar berada di garis 96. Pengumuman snmptn. Ikut merasakan bahkan ditarik paksa mengingat euforia tahun lalu. Buncah itu sempat lewat di hati, rasa bahagia juga bersemayam sesaat di jiwa yang sedang berada di kelabilan tingkat tinggi. Lalu aku tersadar dari ketidaksadaranku selama ini. Yang begitu lalai dan benar-benar lupa dengan perjuanganku tahun lalu. Dan kemudian merutuki diri yang terlalu lama singgah di titik kemalasan.
Tekad itu kemudian muncul. Semoga, semoga setelah ini aku akan selalu ingat dengan tujuan awalku. Bukan hanya sekedar ingat, tetapi sekaligus berjuang agar kepergianku ke kota orang tidak hanya terlihat sebagai pemborosan.
Dan sampai saat ini aku masih menjadikan manusia itu sebagai alasan dari sikapku ini. Mengapa dia malah berada disini disaat aku ingin menghirup udara tanpanya.
Meskipun saat ini sudah berbeda dan berubah, meskipun saat ini sudah tidak merasa seterkungkung seperti waktu yang lalu.
Hari ini aku juga terbangun, oase yabg mengalihkan pandanganku itu hanya sebatas fatamorgana. Penolong semu. Dia yang namanya tidak bisa disebut itu seperti hanya mengajak bermain peran untuk ditampilkan kepada khalayak.
Aku merasa di dua puluh tujuh kali ini banyak yang "terjadi" hasil dari buah pemikiran sendiri.
Selasa, 27 Mei 2014
Senin, 12 Mei 2014
selfie convo (jilid II)
Failed failed failed. Terus kapan berhasilnya? Kapan?
Tanya aja sama diri sendiri, kapan mau mulai yang beneran, kapan mau niat, kapan mau memperbaiki diri dengan cara berubah, bukan cuma omdo alias omong doang.
Capek kan rasanya? Iya capek, bukan cuma kamu aja yang capek na, tapi banyak orang disekitarmu yang juga mulai capek dan jengah sama dirimu. Gapapa kalo kamu salah prediksi asal dengan dugaan ini itu kamu bakal bisa berubah jadi manusia yang lebih baik yang ngga bikin bete banyak orang yang bermanfaat buat orang lain. Hidup emang pilihan jadi kalo kamu milih yang negatif, jangan kaget kalo yang kamu dapet juga negatif, ngga sesuai keinginan, mengecewakan. Iyalah, kamunya sendiri aja suka bikin kecewa orang lain. Jadi, kapan? Kapan mau berubah?
Jadi, kenapa? Kenapa kamu kaya gini? Aku cukup yakin kalo kamu itu lupa gimana perjuangan yang udah kamu tempuh sampe kamu bisa ada dititik ini. Atau mungkin karna jiwa kamu belum cukup dewasa buat menghadapi semua ini? Kamu capek? Kalo cuma ngomong capek aja terus bakal selese? Berubahlah! Carilah jalan supaya kamu bisa berubah?
-------plg?-halah halah ini headline apaan, plis deh-------
Sudahlah na, sudah. Kenapa kamu tiba-tiba gini? Percaya dirimu tinggi sekali.
Mau nyerah? Iya nyerah? Gak papa sih ngga ada yang ngelarang juga paling. Tapi kalo kamu nyerah, bisa diartikan kamu bukanlah pejuang. Kamu mendeklarasikan dirimu sebagai seorang yang masih kekanakan, lari dari kenyataan. Bersembunyi. Bukan dihadapi. CE-MEN.
Oh iya, sampe sekarang aja kamu masih bertanya-tanya yah apa yang bisa bikin kamu berubah.
Udah gede gini, mungkin cuma dengan model paksaan. meskipun dengan memilih paksaan kamu sekaligus menunjukkan ketidak dewasaanmu karena kedisiplinanmu dibangun oleh orang lain. Bukan dirimu sendiri.
Jadi gimana, mundur?
Tanya aja sama diri sendiri, kapan mau mulai yang beneran, kapan mau niat, kapan mau memperbaiki diri dengan cara berubah, bukan cuma omdo alias omong doang.
Capek kan rasanya? Iya capek, bukan cuma kamu aja yang capek na, tapi banyak orang disekitarmu yang juga mulai capek dan jengah sama dirimu. Gapapa kalo kamu salah prediksi asal dengan dugaan ini itu kamu bakal bisa berubah jadi manusia yang lebih baik yang ngga bikin bete banyak orang yang bermanfaat buat orang lain. Hidup emang pilihan jadi kalo kamu milih yang negatif, jangan kaget kalo yang kamu dapet juga negatif, ngga sesuai keinginan, mengecewakan. Iyalah, kamunya sendiri aja suka bikin kecewa orang lain. Jadi, kapan? Kapan mau berubah?
Jadi, kenapa? Kenapa kamu kaya gini? Aku cukup yakin kalo kamu itu lupa gimana perjuangan yang udah kamu tempuh sampe kamu bisa ada dititik ini. Atau mungkin karna jiwa kamu belum cukup dewasa buat menghadapi semua ini? Kamu capek? Kalo cuma ngomong capek aja terus bakal selese? Berubahlah! Carilah jalan supaya kamu bisa berubah?
-------plg?-halah halah ini headline apaan, plis deh-------
Sudahlah na, sudah. Kenapa kamu tiba-tiba gini? Percaya dirimu tinggi sekali.
Mau nyerah? Iya nyerah? Gak papa sih ngga ada yang ngelarang juga paling. Tapi kalo kamu nyerah, bisa diartikan kamu bukanlah pejuang. Kamu mendeklarasikan dirimu sebagai seorang yang masih kekanakan, lari dari kenyataan. Bersembunyi. Bukan dihadapi. CE-MEN.
Oh iya, sampe sekarang aja kamu masih bertanya-tanya yah apa yang bisa bikin kamu berubah.
Udah gede gini, mungkin cuma dengan model paksaan. meskipun dengan memilih paksaan kamu sekaligus menunjukkan ketidak dewasaanmu karena kedisiplinanmu dibangun oleh orang lain. Bukan dirimu sendiri.
Jadi gimana, mundur?
Langganan:
Komentar (Atom)