Senin, 22 April 2013

Secuil penyesalan di akhir ujian nasional

Judul diatas memang menggambarkan perasaanku, kenapa?

               Yang pertama dan paling utama memang karna separo dari 6 mata pelajaran yang diujikan kemaren jenis soalnya tidak sesuai yang aku bayangkan, tidak 2 diantaranya kurang sesuai dengan latihan soal yang biasa aku terima di sekolah. Sedangkan satunya, Bahasa Indonesia, pada saat mengerjakan aku sulit mencerna soal. Entah karna terlalu gerogi atau mungkin juga karna suatu kejadian pagi hari sebelum aku berangkat ke Sekolah.

                Tapi, secuil penyesalan yang ingin kuceritakan ini mengenai hal yang berbeda. Aku merasa menyesal karna waktuku sebelum ujian tidak aku manfaatkan dengan benar untuk mematangkan materi ujian, itu karena aku merasa sudah cukup mampu dan menguasai materi. Padahal pada kenyataannya, 3 uji coba yang telah kulakukan tak ada satupun yang mendapat nilai rata rata 8 koma. Terlalu pede bukan? J
                Saat ini aku merasa sia sia, seminggu sebelum ujian dimulai aku baru merasa keasyikkan dengan latihan soal dan materi yang meskipun tidak sedikit. Saat aku berlatih dan bisa menjawab aku merasa berguna, karna bisa melakukan sesuatu. karna belakangan sebelum semangatku muncul akumerasa menjadi anak dan manusia yang useless. Hm curhatnya mulai beda topik nih ._.
                Jujur, aku ingin mengulang masa masa perjuangan itu, masa yang seharusnya menjadi waktku untuk menimba ilmu dalam rangka mensukseskan ujian nasionalku dan waktu untuk memperbaiki nilai di kertas ijazah. Maksudku, dulu aku gagal mengetikkan nilai yang layak di ijazah smpku, dan sebenarnya aku memiliki tekad untuk memperbaikinya di saat sma. Namun, apalah arti tekad bila tidak dibarengi usaha J
                Aku juga saat ini merasa seharusnya waktuku disaat sekolah aku gunakan untuk menikmati yang namanya belajar bersama teman – teman sekalipun itu hanya di kelas dan terlihat membosankan.

                Saat ini aku bertanya kepada diriku yang angkuh ini “Apa yang kamu dapat dari uang orang tuamu selama ini?” sebenarnya hatiku sudah menyuarakan jawabannya. “aku mendapat ilmu tetapi tidak cukup banyak dan bermanfaat, sisanya aku mendapat kesenangan dan bisa dibilang selama ini aku bermandi kesenangan, kemalasan dan kepuasan nafsu”. Jangan negatif thinking loh soal kata terakhir itu, karna maknanya luas.

Sudah dulu ya,

Aku menyedihkan


Aku menyedihkan
Iya aku tau itu. Tapi kenapa aku belum bisa menghentikan sikap menyedihkanku ini.
Aku bahkan merasa kasihan pada diriku sendiri yang seperti ini. Terlalu mirip drama, drama yang ceritanya paling menyedihkan sekalipun masih kalah dengan kisahku ini. Mungkin memang karna *****. Jadi? Aku sendiri tak tahu apa yang harus kulakukan
Sudah kuusahakan untuk menganggapnya sebagai impian karna dia terlalu indah, terlalu mendekati sempurna sebagai laki laki. Tapi dengan apa yang pernah terjadi aku masih selalu berharap memiliki kesempatan untuk menjadi seseorang yang disayanginya. Kalimat berusan benar benar impian, aku rasa.

Allah selalu memberikan Yang terbaik untuk kami semua. Aamiin