Selasa, 22 April 2014

Selfie Convo

(20 April 2014)
                Minggu siang ini aku mendapat kunjungan dari teman satu jurusan –cara berpikir- yang katanya mau numpang hidup sembari mengisi waktu istirahat kegiatannya. Oh ya pagi ini aku benar – benar menikmati hari libur meski aku sendiri tidak merencanakannya. Bangun siang dan tetap bercengkrama dengan kasur. Selain karena badanku yang capek –kemaren abis jelajah jalur lahar merapi- dan ngga punya agenda khusus. Sebenarnya ada agenda ngga wajjib yang harus aku datangi tadi pagi sih, nonton pertandingan sepak bola –yang main itu jurusanku melawan saudara satu fakultas- tapi berhubung ngga ada yang ngajak aku secara personal dan aku niat ngajak temen yang ternyata lagi pulang ke rumahnya. Yaudah, aku lebih milih meringkuk di kamar kos. Padahal siapa tau aku bisa ketemu jodoh kan hehehe.
                Dan –masih sebelum temenku berkunjung- aku buka laptop dengan alasan yang seperti biasa, ngga jelas, biar ada kegiatan yang biasanya juga ngga jelas. Trus aku buka e-book dan milih ngelanjutin baca perahu kertas. Nonton filmnya sih udah selese tapi tetep aja kurang afdol kalo belum baca novelnya. Seringnya novel yang difilmin itu lebih bagus novelnya daripada filmya. Dan yaaa sembari memupuk niat buat ngurangin tumpukan fana tugas-tugasku itu aku baca aja e-novelnya ditemani playlist perahu kertas yang isinya Cuma lagu ini. Jadi inget jaman sma, di mana (dimana itu di-nya dipisah, kata seseorang) aku begitu ngayal jadi agen neptunus kw, dan berkat radar neptunus yang tanpa sengaja selalu dihidupin, mampu ngebantu aku buat nyari hal-hal khayalku dan menemukan apa yang aku cari –ini mulai ngelantur, semua itu karena kehendak-Nya). Dan aku berakhir didepan layar yang sedang menampilkan microsoft word dan mulai menulis tulisan ini.

                Oya, 2 malam lalu aku mendapat sebuah mimpi yang begitu ….. entahlah, mungkin karna sebelum tidur aku mengecek satu halaman rutin yang selalu aku cek. Di lamar? Bagaimana mungkin. O-o-p-s aku keceplosan. Biasanya aku meghubungkan ini dengan hal-hal lain yang menyebabkan imajinasi tingkat tinggi, entahlah setidaknya itu bisa membuatku bahagia. Pertanyaan yang sampai sekarang belum terjawab “coba jelaskan bagaimana aku dimatamu?” aku tidak pernah memaksakan diri dan berharap tinggi pertanyaan itu dapat terjawab. Tapi aku bahagia jika kamu mau menjawabnya. Tidak, aku tidak mengaharapkan sesuatu yang membuatku bahagia, aku tidak menginginkan jawaban klise. Ah sudahlah toh pertanyaanku ini tidak penting bagimu. Salam neptunus!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar