Minggu
siang ini aku mendapat kunjungan dari teman satu jurusan –cara berpikir- yang
katanya mau numpang hidup sembari mengisi waktu istirahat kegiatannya. Oh ya
pagi ini aku benar – benar menikmati hari libur meski aku sendiri tidak
merencanakannya. Bangun siang dan tetap bercengkrama dengan kasur. Selain
karena badanku yang capek –kemaren abis jelajah jalur lahar merapi- dan ngga
punya agenda khusus. Sebenarnya ada agenda ngga wajjib yang harus aku datangi
tadi pagi sih, nonton pertandingan sepak bola –yang main itu jurusanku melawan
saudara satu fakultas- tapi berhubung ngga ada yang ngajak aku secara personal
dan aku niat ngajak temen yang ternyata lagi pulang ke rumahnya. Yaudah, aku
lebih milih meringkuk di kamar kos. Padahal siapa tau aku bisa ketemu jodoh kan
hehehe.
Dan
–masih sebelum temenku berkunjung- aku buka laptop dengan alasan yang seperti
biasa, ngga jelas, biar ada kegiatan yang biasanya juga ngga jelas. Trus aku
buka e-book dan milih ngelanjutin baca perahu kertas. Nonton filmnya sih udah
selese tapi tetep aja kurang afdol kalo belum baca novelnya. Seringnya novel
yang difilmin itu lebih bagus novelnya daripada filmya. Dan yaaa sembari
memupuk niat buat ngurangin tumpukan fana tugas-tugasku itu aku baca aja
e-novelnya ditemani playlist perahu kertas yang isinya Cuma lagu ini. Jadi
inget jaman sma, di mana (dimana itu di-nya dipisah, kata seseorang) aku begitu
ngayal jadi agen neptunus kw, dan berkat radar neptunus yang tanpa sengaja selalu
dihidupin, mampu ngebantu aku buat nyari hal-hal khayalku dan menemukan apa
yang aku cari –ini mulai ngelantur, semua itu karena kehendak-Nya). Dan aku
berakhir didepan layar yang sedang menampilkan microsoft word dan mulai menulis
tulisan ini.
Oya, 2
malam lalu aku mendapat sebuah mimpi yang begitu ….. entahlah, mungkin karna
sebelum tidur aku mengecek satu halaman rutin yang selalu aku cek. Di lamar?
Bagaimana mungkin. O-o-p-s aku keceplosan. Biasanya aku meghubungkan ini dengan
hal-hal lain yang menyebabkan imajinasi tingkat tinggi, entahlah setidaknya itu
bisa membuatku bahagia. Pertanyaan yang sampai sekarang belum terjawab “coba
jelaskan bagaimana aku dimatamu?” aku tidak pernah memaksakan diri dan berharap
tinggi pertanyaan itu dapat terjawab. Tapi aku bahagia jika kamu mau
menjawabnya. Tidak, aku tidak mengaharapkan sesuatu yang membuatku bahagia, aku
tidak menginginkan jawaban klise. Ah sudahlah toh pertanyaanku ini tidak
penting bagimu. Salam neptunus!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar