Minggu, 21 Juli 2013

Flower Boy Next Door



Eps 1: Betapa memalukan dan rapuhnya cinta tak berbalas. Walau cinta tak berbalas datang dengan sendirinya, cinta itu terperangkap, tak bisa menemukan jalan keluar. Akulah yang memulainya, namun aku tak menyadarinya. Jika dia pergi dari pandanganku suatu saat nanti itu adalah cinta yang berakhir sia – sia tanpa pernah punya kesempatan untuk berkuncup dan mekar. Cinta yang tak pernah bisa berubah... seperti benih yang ditinggakan. Itulah... cinta tak berbalas.

Eps 2: Mulut wanita itu... seperti keran rusak dikawasan kumuh, tak setetespun air keluar ketika dibutuhkan. Namun, ditengah malam yang sunyi, tiba – tiba mengalir, seperti irama tak beraturan. Kata – kata yang tak bisa kuucapkan saat itu... mengalir keluar setelah saatnya sudah lewat. Lain kali, akan kujawab seperti ini. Akan kubalas seperti ini. – begitulah aku selalu berjanji pada diriku sendiri-. Wanita itu selalu mengucapkan kalimat mengesankan ketika dia sendirian di kamarnya.

Eps 3: Orang yang berpikir bahwa kebahagiaan adalah sesuatu yang selalu berada dalam jangkauan... aku ingin tahu seberapa bahagianya mereka? Wanita itu menjadi gugup ketika dia terlalu bahagia. Kebahagiaan gadis itu seperti gelembung sabun yang sering kita mainkan ketika masih kecil. Saat dia menyentuh gelembung berwarna warni itu gelembungnya pecah. Ketika kebahagiann berada di hadapan wanita itu sebelum ia menggapainya, ia menyerah.

Eps 4: Bagaimana perasaanmu yang sebenarnya? Katakan dengan jujur padaku. Setiap kali seseorang menanyakan itu padanya, dia akan selalu menutup mulut. Kebenaran, ketia kau membuka bungkus kebohongannya rasanya takkan semanis permen atau coklat. Sama seperti kulit yang dibutuhkan untuk melindungi darah dan daging, kebohongan dibutuhkan untuk melindungi kebenaran. Bukannya tetap jujur walau sakit, berbohong sambil tersenyum terasa lebih aman baginya.

Eps 5: Setiap kali ia melangkah keluar dunia, wanita itu sering menjadi makhluk tak terlihat. Ketika orang – orang menyikutnya dan menginjak kakinya dan ketika ia berada diantara kerumunan tampaknya orang - orang tak melihatnya. Itu sebabnya wanita itu bersembunyi didalam kamarnya. Kamar kecil yang nyaman bagi seekor burung yang sayapnya patah. Dan didalam kamar itu dia bisa bernapas dengan lega. Wanita itu tak pernah memimpikan atau merinndukan dunia luar. Setidaknya sampai saat ini, setidaknya sampai saat ini...

Eps 6: Wanita itu percaya bahwa takdir adalah benang yang menghubungkan hatinya dengan hati orang lain secara diam – diam. Mengikuti benang tak terlihat itu, merasakan bahkan sedikit getarannya adalah apa yang menghubungkan orang – orang untuk merasakan dan memahami satu sama lain. Ketika tiba tiba hati itu bercampur dengan hati begitu banyak orang, wanita itu mulai merasa tak nyaman. Jadi, takdir... berhentilah mendesak hatiku untuk memaksaku masuk.

Eps 7: (m) Saat seseorang yang paling kau cintai menolak cintamu saat seseorang dihianati oleh orang terdekatnya, kehidupan mereka baru dimulai, seorang yang terus hidup sendiri, aku tidak akan pernag bisa meninggalkan orang seperti itu sendiri. (aku berlari ke hatinya)
(f) Luka wanita itu seperti tenggelam dalam air. Orang yang tak tahu seberapa dalam luka itu, dengan mudah menyuruh wanita itu untuk keluar dari sana. Terlalu banyak orang yang tidak menghormati luka orang lain. Wanita itu tidak mau mendengar omong kosong. Setidaknya, dari satu orang ini.

Eps 8: Bagi sebagian orang, cinta itu seperti tanda kemenangan seperti medali atau piala yang suka mereka banggakan. Bagi sebagian orang, cinta adalah proses menunggu seseorang tanpa akhir dengan sepenuh hati. Bagi wanita itu, cinta adalah sebuah rahasia yang tak boleh diungkap kepada orang lain, bahkan kepada dirinya sendiri.

Eps 9: Ada kalanya seseorang yang kau kira hanya akan berlalu begitu saja, tinnggal didalam hatimu setelah mereka pergi. Setelah pria itu pergi, dia menyadari betapa dalamnya makna pertemuan mereka. Wanita itu percaya bahwa mengulangi penyesalan yang datang terlambat begitulah kehidupan.

Eps 10: Pintu wanita itu tak pernah terbuka untuk waktu yang sangat lama. Didepan pintunya yang berdebu ia menemukan undangan menuju dua dunia yang sangat berbeda. Seseorang yang datang mendekat padanya seperti hembusan angin segar. Dan seseorang yang menghalangi angin seperti tempat perlindungan dalam badai. Untuk pertama kalinya, wanita itu menjadi takut akan hasratnya untuk membuka pintu.

Eps 11: Manusia bukanlah mesin atau mainan yang dibuat pabrik, mereka istimewa dan rumit. Apa tujuan hidup kita, hasrat kita, kelemahan kita yang sakit bila disentuh sedikit saja, semua berbeda satu sama lain. Kau harus melihat untuk waktu yang lama, dengan begitu kau bisa melihat garis besar seseorang. Itu sebabnya wanita itu tak percaya akan cinta yang telah digariskan. Dia tak mempercayainya.

Eps 12: [angin telah berhembus. Aku menyukaimu] Bunga matahari yang tersenyum pada matahari setiap hari akhirnya akan berubah menjadi matahari kecil. Diatas cangkang kerang yang bermain dengan air sepanjang hari sedikit demi sedikit terbentuk tanda kecil gelombang yang indah. Ketika mereka mulai saling menghargai, cinta mereka mulai tumbuh. Dan wanita itu akhirnya mulai menyadarinya.

Eps 13: [apa ini waktunnya bermimpi lagi?] (m2) Bila aku meletakkan tanganku dipintunya, aku bisa merasakannya berada di dalam. Apa kau bahagia disana? apa tanganku akan meninggalkan tanda dipintu ini suatu hari nanti?

Eps 14: Angin dan ombak meruntuhkan istana pasir. Pria itu bahkan bisa mencintai angin dan ombak. Dia bilang istana pasir itu tak runtuk, tapi larut. Pria itu tau cara menyembuhkan.
                [terkadang cinta adalah untuk melihat pete yang berbeda]
           Berapa banyak arti yang dimiliki oleh kata “maaf”? kesedihan dan luka. Kesalahpahaman dan perenungan. Penyesalan dan perdamaian. Ada begitu banyak emosi didalamnya. Ia percaya bahwa kau tak bisa mengekspresikan perasaanmu dengan hanya sebuah kata. Dia bicara tentang cinta padaku.

Eps 15: Ketika cintamu ditolak oleh seseorang yang paling kau cintai ketika kau dikhianati oleh seseorang yang paling dekat denganmu, kau mulai menyalahkan dirimu sendiri. Kau bersembunyi dan menutup mata hatimu. Aku tak bisa meninggalkan orang sepertimu begitu saja.
               Aku mencoba meniru senyuman pria itu. Aku  mencoba melihat dunia dari matanya. Aku mencoba berpikir melalui hatinya. Baginya, cinta adalah melihat dunia secara mendalam melalui hati dua orang.

Eps 16: (m) Kupikir cinta adalah melepas separuh dirimu dan mengisinya dengan separuh dirinya. Wanita itu takut akan cinta karena dia malu akan seoaruh dirinya yang gelap dan suram. Akhirnya wanita itu sadar bahwa cinta adalah dua bagian tak lengkap yang datang bersama –sama.
                (f) Cinta itu seperti jam pegas. Ketika masih baru, akan menunjukkan waktu dengan tepat. Ketika waktu berlalu dan kau lupa memutar pegasnya, jam-nya akan berhenti berdetak. Pria itu mulai memutar pegasnya agar jam itu takkan berhenti untuk waktu yang lama.
                [pria itu.] [wanita itu.] [dunia wanita itu.] mengetuk pintu yang tertutup. Merangkul bahunya yang lelah. Menghapus air matanya dan mendengarkan kata hatinya. Saling mencintai seperti itu.

Sumber: di soft copy film dari temen yang subtitlenya udah bahasa Indonesia :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar