Eps 1: Betapa memalukan dan rapuhnya cinta tak
berbalas. Walau cinta tak berbalas datang dengan sendirinya, cinta itu
terperangkap, tak bisa menemukan jalan keluar. Akulah yang memulainya, namun
aku tak menyadarinya. Jika dia pergi dari pandanganku suatu saat nanti itu
adalah cinta yang berakhir sia – sia tanpa pernah punya kesempatan untuk
berkuncup dan mekar. Cinta yang tak pernah bisa berubah... seperti benih yang
ditinggakan. Itulah... cinta tak berbalas.
Eps 2: Mulut wanita itu... seperti keran rusak dikawasan
kumuh, tak setetespun air keluar ketika dibutuhkan. Namun, ditengah malam yang
sunyi, tiba – tiba mengalir, seperti irama tak beraturan. Kata – kata yang tak
bisa kuucapkan saat itu... mengalir keluar setelah saatnya sudah lewat. Lain
kali, akan kujawab seperti ini. Akan kubalas seperti ini. – begitulah aku
selalu berjanji pada diriku sendiri-. Wanita itu selalu mengucapkan kalimat
mengesankan ketika dia sendirian di kamarnya.
Eps 3: Orang yang berpikir bahwa kebahagiaan adalah
sesuatu yang selalu berada dalam jangkauan... aku ingin tahu seberapa bahagianya
mereka? Wanita itu menjadi gugup ketika dia terlalu bahagia. Kebahagiaan gadis
itu seperti gelembung sabun yang sering kita mainkan ketika masih kecil. Saat
dia menyentuh gelembung berwarna warni itu gelembungnya pecah. Ketika
kebahagiann berada di hadapan wanita itu sebelum ia menggapainya, ia menyerah.
Eps 4: Bagaimana perasaanmu yang sebenarnya? Katakan
dengan jujur padaku. Setiap kali seseorang menanyakan itu padanya, dia akan
selalu menutup mulut. Kebenaran, ketia kau membuka bungkus kebohongannya
rasanya takkan semanis permen atau coklat. Sama seperti kulit yang dibutuhkan
untuk melindungi darah dan daging, kebohongan dibutuhkan untuk melindungi
kebenaran. Bukannya tetap jujur walau sakit, berbohong sambil tersenyum terasa
lebih aman baginya.
Eps 5: Setiap kali ia melangkah keluar dunia, wanita
itu sering menjadi makhluk tak terlihat. Ketika orang – orang menyikutnya dan
menginjak kakinya dan ketika ia berada diantara kerumunan tampaknya orang - orang
tak melihatnya. Itu sebabnya wanita itu bersembunyi didalam kamarnya. Kamar
kecil yang nyaman bagi seekor burung yang sayapnya patah. Dan didalam kamar itu
dia bisa bernapas dengan lega. Wanita itu tak pernah memimpikan atau
merinndukan dunia luar. Setidaknya sampai saat ini, setidaknya sampai saat
ini...
Eps 6: Wanita itu percaya bahwa takdir adalah benang
yang menghubungkan hatinya dengan hati orang lain secara diam – diam. Mengikuti
benang tak terlihat itu, merasakan bahkan sedikit getarannya adalah apa yang
menghubungkan orang – orang untuk merasakan dan memahami satu sama lain. Ketika
tiba tiba hati itu bercampur dengan hati begitu banyak orang, wanita itu mulai
merasa tak nyaman. Jadi, takdir... berhentilah mendesak hatiku untuk memaksaku
masuk.
Eps 7: (m) Saat seseorang yang paling kau cintai menolak
cintamu saat seseorang dihianati oleh orang terdekatnya, kehidupan mereka baru
dimulai, seorang yang terus hidup sendiri, aku tidak akan pernag bisa meninggalkan
orang seperti itu sendiri. (aku berlari ke hatinya)
(f) Luka wanita itu seperti tenggelam dalam air. Orang
yang tak tahu seberapa dalam luka itu, dengan mudah menyuruh wanita itu untuk
keluar dari sana. Terlalu banyak orang yang tidak menghormati luka orang lain.
Wanita itu tidak mau mendengar omong kosong. Setidaknya, dari satu orang ini.
Eps 8: Bagi sebagian orang, cinta itu seperti tanda
kemenangan seperti medali atau piala yang suka mereka banggakan. Bagi sebagian
orang, cinta adalah proses menunggu seseorang tanpa akhir dengan sepenuh hati.
Bagi wanita itu, cinta adalah sebuah rahasia yang tak boleh diungkap kepada
orang lain, bahkan kepada dirinya sendiri.
Eps 9: Ada kalanya seseorang yang kau kira hanya akan
berlalu begitu saja, tinnggal didalam hatimu setelah mereka pergi. Setelah pria
itu pergi, dia menyadari betapa dalamnya makna pertemuan mereka. Wanita itu
percaya bahwa mengulangi penyesalan yang datang terlambat begitulah kehidupan.
Eps 10: Pintu wanita itu tak pernah terbuka untuk waktu
yang sangat lama. Didepan pintunya yang berdebu ia menemukan undangan menuju dua
dunia yang sangat berbeda. Seseorang yang datang mendekat padanya seperti
hembusan angin segar. Dan seseorang yang menghalangi angin seperti tempat
perlindungan dalam badai. Untuk pertama kalinya, wanita itu menjadi takut akan
hasratnya untuk membuka pintu.
Eps 11: Manusia bukanlah mesin atau mainan yang dibuat
pabrik, mereka istimewa dan rumit. Apa tujuan hidup kita, hasrat kita,
kelemahan kita yang sakit bila disentuh sedikit saja, semua berbeda satu sama
lain. Kau harus melihat untuk waktu yang lama, dengan begitu kau bisa melihat garis besar seseorang. Itu sebabnya wanita itu tak percaya akan cinta yang
telah digariskan. Dia tak mempercayainya.
Eps 12: [angin telah berhembus. Aku menyukaimu] Bunga
matahari yang tersenyum pada matahari setiap hari akhirnya akan berubah menjadi
matahari kecil. Diatas cangkang kerang yang bermain dengan air sepanjang hari
sedikit demi sedikit terbentuk tanda kecil gelombang yang indah. Ketika mereka
mulai saling menghargai, cinta mereka mulai tumbuh. Dan wanita itu akhirnya
mulai menyadarinya.
Eps 13: [apa ini waktunnya bermimpi lagi?] (m2) Bila aku
meletakkan tanganku dipintunya, aku bisa merasakannya berada di dalam. Apa kau
bahagia disana? apa tanganku akan meninggalkan tanda dipintu ini suatu hari
nanti?
Eps 14: Angin dan ombak meruntuhkan istana pasir. Pria
itu bahkan bisa mencintai angin dan ombak. Dia bilang istana pasir itu tak
runtuk, tapi larut. Pria itu tau cara menyembuhkan.
[terkadang
cinta adalah untuk melihat pete yang berbeda]
Berapa
banyak arti yang dimiliki oleh kata “maaf”? kesedihan dan luka. Kesalahpahaman
dan perenungan. Penyesalan dan perdamaian. Ada begitu banyak emosi didalamnya.
Ia percaya bahwa kau tak bisa mengekspresikan perasaanmu dengan hanya sebuah
kata. Dia bicara tentang cinta padaku.
Eps 15: Ketika cintamu ditolak oleh seseorang yang paling
kau cintai ketika kau dikhianati oleh seseorang yang paling dekat denganmu, kau
mulai menyalahkan dirimu sendiri. Kau bersembunyi dan menutup mata hatimu. Aku
tak bisa meninggalkan orang sepertimu begitu saja.
Aku
mencoba meniru senyuman pria itu. Aku
mencoba melihat dunia dari matanya. Aku mencoba berpikir melalui
hatinya. Baginya, cinta adalah melihat dunia secara mendalam melalui hati dua
orang.
Eps 16: (m) Kupikir cinta adalah melepas separuh dirimu
dan mengisinya dengan separuh dirinya. Wanita itu takut akan cinta karena dia
malu akan seoaruh dirinya yang gelap dan suram. Akhirnya wanita itu sadar bahwa
cinta adalah dua bagian tak lengkap yang datang bersama –sama.
(f)
Cinta itu seperti jam pegas. Ketika masih baru, akan menunjukkan waktu dengan
tepat. Ketika waktu berlalu dan kau lupa memutar pegasnya, jam-nya akan
berhenti berdetak. Pria itu mulai memutar pegasnya agar jam itu takkan berhenti
untuk waktu yang lama.
[pria
itu.] [wanita itu.] [dunia wanita itu.] mengetuk pintu yang tertutup. Merangkul
bahunya yang lelah. Menghapus air matanya dan mendengarkan kata hatinya. Saling
mencintai seperti itu.
Sumber: di soft copy film dari temen yang subtitlenya udah bahasa Indonesia :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar