Minggu, 10 Januari 2016

Agen Neptunus Non Aquarius, ini untukmu!

Happy midnite, Universe!
Aku akan membawamu kesini, dan kuberharap dari tulisan ini Aku bisa meletakkan segala rasa empatiku terhadapmu.

Hampir tiga tahun yang lalu kita bertemu, saling bermuara di tempat yang sama dengan tujuan yang kurang lebih tidak berbeda. Terpesona oleh ciptaan Milik-Nya adalah fitrah, bagiku. Dan fitrah itu tertuju padamu. Pada beberapa pertemuan berikutnya, kamu semakin menegaskan untuk diberikan rasa empatiku (on my pov, ofc).
***
Kala itu Adzan berkumandang, kemudian kamu bergegas melangkahkan kaki menuju mushola. Sesederhana itu, lalu aku mulai jatuh kepadamu.

Di lain waktu kulihat kamu berdampingan dengan perempuan yang baik, aku tersenyum dan turut bahagia dengan kalian. Sungguh, aku berbahagia.
***
Haloo, lagi-lagi kami dipertemukan. Beruntungnya aku karena kali ini waktu yang diberikan jauh lebih lama dari sebelumnya, rasa gembira itu terus meletup dalam hatiku. Dengan berada didekatmu saja sudah membuatku bahagia. Aku tak menginginkan hal yang muluk. Tentu tidak, karena aku mengerti kapasitasku.
.
.
.
Atas keseharian yang kutonton, aku sudah memiliki firasat. Sampai kepada waktu yang mempertemukan kamu dengan orang baru. Tetapi mengapa kali ini hatiku terasa getir. Ada perasaan tidak suka yang kutaruh pada situasi kali ini. Kemudian hariku berubah menjadi hipersensitif. Menentukan sikap dan hati meenjadi begitu rumit.
.
.
Pernah suatu waktu aku dan kamu memiliki waktu untuk berbincang ringan. Aku ketakutan jikalau pengharapanku menjadi melambung. Aku mundur. Hal bodoh yang selalu ku rutuki. Karena bahkan aku dan kamu belum pernah menjadi kita dalam ikatan pertemanan.
.
.
Maaf karena aku tidak bisa seperti dia atau mereka, aku tidak bisa menganggap suatu hal biasa, apalagi jika kamu berada di dalamnya. Alih-alih menumpahkan apa yang kurasa kepada seseorang, aku malah membebani dia. Membuatnya berada ditengah-tengah.
Kuceritakan kamu dari awal hingga hari ini. Tidak, memang tidak ada yang pernah salah. Akulah yang membuat kelakuan dan menyebabkan kekacauan.
.
.
Pada hari ini aku mulai sadar, membebani diri dengan perasaan yang membuat gerakku kaku haruslah kulepaskan. Dan aku mendapat kesempatan.
Sebenar-benarnya, aku ingin menawarkan pertemanan kepadamu, seperti yang kamu jalin dengan teman-temanmu. Karena aku tak ingin perasaan ini hanya mempersulitku. Aku mencoba berdamai dengan keadaan yang sudah aku obrak-abrik sendiri.
.
.
Kulihat kamu tak mengambil langkah yang sama. Kemudian kuputuskan untuk menganggap kamu seperti kita pada awalnya, tidak saling mengenal. Karena kulihat hal itu yang terbaik untukku. Semoga kamu selalu bahagia, kutunggu kabar kesuksesanmu.




NB:
- Dims-ang kw super
- Yang kuingin tau:
   Bagaimana kamu melihatku?
   Masih ngerokok engga? :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar