Selasa, 22 April 2014

Surat dari Agen

Selasa, 22 April 2014
Ruang 213, Dasar - Dasar Ilmu Sosial

Hello Wortelina,
Tahukah kamu aku sedang berlayar? Tidak, aku bukan ingin bertemu dengan Neptunus, pun denganmu Putri. Aku saat ini berada di Laut Hadiningrat, sedang menaiki perahu yang terbawa angin Senam Petin. Kamu harus tau Putri, aku sebenarnya bahagia menaiki perahu ini karena aku bisa membebaskan diri dari belenggu yang selalu terlihat diradarku. Aku sudah jengah, Putri. Mengapa dia selalu tertangkap oleh radarku. Dan di perjalanan kali ini aku melihat langit yang bersih tanpa terdeteksi dia.
Sampai pada datangnya angin baru yang bernama Sebam Putin, melajukan perahu baru yang ikut membawa manusia itu ke laut Hadiningrat ini. Bagaimana mungkin kita bertemu di laut yang sama, dia menyusul putrinya yang pada akhirnya berlayar sendiri ke arah barat laut, menuju laut Jek Ardah.
Di laut yang sama ini, tempat kita bertemuu kembali dalam keadaan terombang-ambing, tidak hanya mengobrol lewat radar. Kesempatan untuk bertatap muka dikirim oleh Neptunus ke kita berdua. Tidak, aku yakin Pancaranku terlihat akan tetapi, dia tidak pernah menghiraukannya.
Aku hanya tidak mengerti mengapa kita bertemu di laut ini. Laut yang memang untuk semua mahluk, tapi tidak dengan cerita masa lalu kami. Yang masih (hanya) aku kenang tepatnya. Aku bahagia kita dipertemukan, tetapi kamu harus tau, Neptunus, Wortelina, aku sebenarnya juga tersiksa dengan semua ini.
Sekian surat ini aku tulis. Aku berharap Putri Wortelina bersedia menyampaikan ini kepada Neptunus.

Oh iya, seperti dalam novel Perahu Kertas di mana Keenan membutuhkan bintang yang bisa menginspirasinya dalam membuat karya. Aku juga menemukan bintang baru, tapi aku belum tahu apakah Sinar yang dipancarkan itu untukku, well aku tetep suka kok melihat keindahannya.

Agen KW
Yang Sedang Berlayar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar